Waktu dan Kematian
"Dan setiap yang bernyawa tidak akan mati, kecuali dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala (dunia) itu, barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan kepadanya pahala (akhirat) itu, dan Kami memberikan balasan kepada orang - orang bersyukur" (Q.S. Ali Imran :145)
Dalam hidup, manusia tidaklah mempunyai apapun melainkan waktu. Dimana bahkan waktu itu sendiri seberapa banyak pun manusia tidak mengetahui. Waktu yang kita punya adalah waktu saat ini. kenapa? karena waktu yang dapat kita gunakan dengan pasti adalah waktu saat ini. Waktu yang telah berlalu adalah masa lalu yang berguna untuk pelajaran untuk saat ini. Sedangkan waktu yang akan datang sifatnya adalah harapan, karna kita tidak akan tau sampai kapan dapat merasakan nikmatnya hidup. Walaupun masa depan dapat kita rencanakan. HARUS. Masa depan harus direncanakan. Apakah waktu yang sedikit ini akan kita habiskan tanpa rencana? Padahal kita tidak pernah tau kapan kita akan berjumpa dengan kematian.
Kematian. Mungkin untuk sebagian besar orang adalah satu kata yang sangat menakutkan. Kenapa? karena kematian adalah salah satu keadaan dimana kita akan kehilangan hidup kita, kehilangan semua yang ada di dunia. Untuk orang yang menginginkan dunia, maka ia akan sangat mencintai dunia dan tidak akan pernah berfikir bahwa ia tidak akan membawa semua hal dunia itu ke akhirat. Berbeda dengan orang yang menghendaki pahala akhirat, maka ia tidak takut dengan kematian. Di dunia ia menyibukkan diri dengan mempersiapkan bekal di akhirat.
Kita tidak akan pernah tau kapan kita akan bertemu dengan kematian, apakah satu hari kemudian, satu jam kemudian, satu menit kemudian atau bahkan satu detik kemudian. kita tidak tau.
"Tidak ada yang pasti didunia ini kecuali kematian dan tidak ada hal yang kita punyai didunia ini kecuali waktu"
Kita punya waktu dan kita akan bertemu dengan kematian.
Isi waktu dengan ibadah, segalanya diniatkan untuk Ibadah karena dengan ibadahlah kita akan ditemani setelah hari kematian. Ibadahlah yang akan setia menemani kita nantinya, bukan orantua, buakan suami, bukan istri, bukan teman.. Tapi melalui mereka semualah kita dapat melakukan ibadah
Magelang, 2 Oktober 2016
Masih belajar coret coret :D

Komentar
Posting Komentar