Metamorfosa Diri #3

Setiap manusia akan selalu berproses, ya berproses entah menjadi baik ataupun buruk. Sama sama butuh proses

Menjadi baik ataupun buruk itu menurut banyak orang adalah sebuah pilihan, tapi menurut ku itu bukan pilihan. Lah kenapa? Karna menjadi baik itu harus, bukan pilihan. Tapi kenapa masih aja banyak yang jadi buruk? Karna dia kalah aja sama setan. Sesungguhnya hati nurani kita akan membimbing kita menjadi lebih baik, cuma ya setan tuh kadang lebih pinter dari manusia makanya mudah digoda. Segala sesuatu yg buruk itu ya bisikan setan. Bukan kita yg memilih untuk digoda, tapi kadang kita yang tak punya benteng aja makanya luluh.

Nah!
Entah kenapa tiba tiba aku berpikir sangat bersyukur (ya emang gitu sih harusnya). Bukan bukan gitu. Aku sangat bersyukur bahwa aku pernah mengalami banyak hal. Dari tk sampe sd dengan atmosfer yang sama, terus smp kayak hidup di dunia lain sampe ketemu sma berasa masuk ke alam lain sampe akhirnya aku kembali lagi ke dunia yang sesungguhnya.

Bagaimanapun, aku belajar dari hidup! Aku belajar untuk hidup sekaligus aku belajar dari hidup, yang intinya hidup ini adalah sebuah pembelajaran yang harus kita lewati. Kita akan sangat menyesal ketika kita tidak lebih baik dr hidup kita yang sebelumnya atau yang sering kita sebut masa lalu.

Aku pernah mengalami yang namanya membenci masa lalu, tapi itu bukannya membantu kita menjadi lebih baik bahkan sebaliknya. Terkadang kita menempatkan sesuatu itu berlebihan, sehingga tidak seimbang dan dengan cara itu, yang namanya kembali lagi ketitik benci itu akan lebih mudah karena mungkin ketika kita sedang lelah berproses akan muncul banyak sekali pikiran, salah satunya adalah "duh kok rasanya aku udah gini gitu gaada perubahan kayak sia sia. Mending kek dulu aja yaaa, sama aja kondisinya". Dan itu adalah pikiran yang pernah aku alami. Dan hasilnya BENER! Bukannya aku memperbaiki, akhirnya kayak cuma muter dan kembali ke titil awal. Dan akhirnya yang ada? Cuma NYESEL!

Dan mungkin itu pun belom aku bisa atasi sampai detik ini juga. Kalau ditanya kenapa aku bisa bertahan? Karena Allah! Kalo nggak mungkin aku sudah mengakhiri hidupku saat itu. Ketika aku membenci semua nya. Alhamdulillah masih punya Allah 😭

Dan trauma masa lalu, itu benar adanya. Aku pun mengalami nya. Ya! Sampai detik ini pun, mungkin fatih yang kalian kenal bukanlah fatih yang sebenernya. Aku pun nggak ngerti.

Yang cukup aku tau adalah, bagaimana aku memproses diri aku sendiri untuk menjadi pribadi yang lebih baik! Lebih baik disini dengan standar lebih baik nya diri masing masing ya, jangan sampai kita samakan parameter lebih baik kita dengan orang lain karna masa lalu setiap orang itu berbeda! Hehe

Okeey, cukup. Mungkin aku besok besok bakal cerita tentang trauma yang aku alami, mungkin hehe 😊

Semoga Allah masih memberikan kita waktu untuk kita bermetamorfosa. Mungkin yang dulunya kita adalah ulat nulu yang 'nggateli' dan 'jijik' tapi semoga Allah beri waktu dan kesempatam untuk jadi kupu kupu yang indah nan cantik 😍

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Number One for Me

Para Mantan (?)

Sejuta Ekspresi